Tampilkan postingan dengan label Keluarga Berencana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keluarga Berencana. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Oktober 2011

KONTRASEPSI STERILISASI

Sterilisasi melalui pembedahan merupakan jenis kontrasepsi yang cukup populer
American College of Obstetrician and Gynecologist (2003) : sterilisasi pada wanita merupakan pilihan bagi 28% pasangan di US


STERILISASI TUBA PADA MASA NIFAS

Dikerjakan segera pasca persalinan atau dalam waktu antara 12 sampai 24 jam pasca persalinan melalui sayatan kecil infraumbilikus
image

STERILISASI TUBA DILUAR MASA NIFAS [interval]
Modifikasi pada sterilisasi tuba diluar masa nifas :
  • Ligasi dan reseksi sama dengan yang dikerjakan pada masa nifas
  • Pemasangan ring atau elektrokoagulasi tuba dilakukan melalui laparoskop
  • “minilaparotomy” adalah tehnik alternatif laparoskopik dengan melakukan insisi melintang 3 cm diatas pubis.
image

METODE KONTRASEPSI LAIN

METODE LAIN


ABSTINENSIA
image
  • Tujuan utama adalah untuk mencegah PMS
  • Sasarannya adalah kaum remaja
  • Kaum remaja diajak untuk bersikap “ NO “ untuk sexual intercourse
  • Situasi tekanan seksual yang tinggi harus dihindarkan
  • “ No” should be said clearly

SANGAMA TERPUTUS [ coitus interuptus ]
  • Keluarkan penis dari vagina sebelum terjadi ejakulasi
  • Memerlukan disiplin tinggi ; Kegagalan 4% - 19%
  • Keuntungan : murah, aman
  • Kerugian : eksitasi terputus, didasarkan pada pengendalian diri yang kuat dan tidak dapat mencegah PMS
METODE RITMIS – Natural Familly Planning
Mekanisme
  1. Metode ini memerlukan kewaspadaan akan fisiologi traktus reproduksi pria dan wanita
  2. Usia sperma dan ovum :
    1. i. Viabilitas sperma sekitar 3 hari ( antara 2 – 7 hari)
    2. ii. Usia ovum sekitar 24 jam
  3. Periode tak aman : 7 hari sebelum ovulasi dan 3 hari setelah ovulasi
  4. Hindari SANGGAMA - sexual intercourse pada periode tak aman atau gunakan metode penghalang sebagai “backup”
Efektivitas
  • Angka kegagalan tahun pertama 20%
  • Dengan penggunaan secara tepat, angka kegagalan 1 – 9 %
  • Versi yang paling efektif adalah metode pasca ovulasi
  • Metode kalender tidak efektif
Metode pasca ovulasi, metode symptothermal, metode ovulasi dan metode kalender :
SIMPTOTERMAL
  • Lendir servik dan temperatur suhu basal diukur
  • Nyeri abdomen bagian bawah ditentukan (symptom)
  • Penggunaan perfek : sexual intercourse dapat dilakukan pada hari ke 4 setelah puncak kekentalan lendir servik dan 3 hari pasca kenaikan suhu
METODE OVULASI  ( Billing Methode)
  • Lendir servik diperiksa dari vagina saat berkemih
  • Lendir diperiksa untuk lubrikasi – elastisitas – kebasahan dan kelenturan
  • Ovulasi terjadi 1 hari sebelum, sesudah atau selama hari terakhir lendir yang kental dan berlebihan
  • Periode subur adalah saat adanya lendir sebelum ovulasi
  • Sejumlah wanita menunjukkan adanya keluarnya lendir yang berlebihan saat ovulasi
SUHU BADAN BASAL
  • Suhu tubuh diukur setiap pagi sebelum meninggalkan tenpat tidur
  • Suhu tubuh dicatat di kartu pencatatan
  • Perhatikan adanya kurve bifasik
  • 6 dari 30 wanita yang mengalami ovulasi tidak menunjukkan adanya gambaran bifasik .
  • Keuntungan :
    • Tidak ada efek samping
    • Pasangan bekerja sama untuk mencegah terjadinya kehamilan
  • Kerugian :
    • Tak ada perlindungan terhadap PMS
    • Pasangan pria kadang-kadang hanya bersikap pasif
    • Bukan suatu metode yang mudah dilaksanakan pada pasien dengan siklus tak teratur – baru saja mendapatkan menarche – mendekati menopause atau tak dapat melakukan pencatatan dengan baik.
LAKTASI
Pemberian ASI penting bagi kesehatan janin dan menjaga jarak kehamilan
Ovulasi jarang sekali dapat terjadi dalam waktu 10 minggu pasca persalinan
“waiting for first menses involves a risk of pregnancy because ovulation usualy antedates menstruation “
Pada ibu pemberi ASI, jenis kontrasepsi pilihan adalah pil yang mengandung progestin saja.
Resiko perforasi akseptor IUD pada ibu yang memberikan ASI lebih tinggi, mungkin akibat adanya kontraksi uterus saat laktasi

KONTRASEPSI DARURAT

Sebagian wanita (pasangan) menghendaki adanya pelindungan kontrasepsi pasca hubungan seksual yang tidak direncanakan atau pada kasus perkosaan.

KONTRASEPSI DARURAT HORMONAL
[morning after pill – Yuzpe Methode ]

Yuzpe dan kombinasi Estrogen Progestin
Jenis obat yang digunakan :
  1. Kombinasi Kontrasepsi Oral yang terdiri dari : 4 buah pil yang masing-masing berisi
    • Ethinyl estradiol 50 ug
    • Levonogestrel 0.25 mg
2 tablet diminum dalam wqaktu 72 jam pasca sanggama dan diikuti dosis kedua [2 tablet ] 12 jam kemudian
  1. Sediaan progestin [ PROSTINOR – 2 ]
Terdiri dari 2 tablet yang masing-masing mengandung 0.75 mg levonogestrel
1 tablet diminum dalam waktu 72 jam pasca sanggama dan diikuti dosis kedua [1 tablet ] 12 jam kemudian
MEKANISME KERJA
Mekanisme kerja utama adalah MENCEGAH atau MENGHAMBATovulasi.
Mekanisme kerja lain :
  • Merubah kondisi endometrium
  • Mencegah penetrasi sperma
  • Mengganggu motilitas tuba
Masalah utama adalah EFEK SAMPING mual dan muntah dan bila terjadi dalam waktu kurang dari 2 jam pasca minum obat, pemberian harus diulang
Ragan dkk (2003) : pemberian metoclopramide dapat menurunkan reaksi mual dan muntah.

METODE PENGHALANG MEKANIS

METODE PENGHALANG MEKANIS
  • Kondom pria
  • Kondom pada wanita
  • Spermisida
  • Diafragma plus spermisida
  • Busa kontrasepsi
  • Cervical cap

KONDOM PRIA
Ini adalah jenis kontrasepsi efektif dengan angka kegagalan 3 – 4 per 100 pasangan akseptor pertahun pemakaian
Pada umumnya selama tahun pertama pemakaian, angka kegagalan sangat tinggi
imageDapat digunakan untuk pelindungan terhadap penyakit menular seksual
Dapat pula mencegah terjadinya perubahan pada servik
Efektivitas semakin bertambah bila diberikan lubrikasi yang mengandung spermisida
Menurut Speroff dan Darney 2001 : ikuti tahapan berikut untuk meningkatkan efektivitas kondom :
  1. Pada tiap aktivitas hubungan seksual harus digunakan
  2. Pemasangan dilakukan sebelum penis kontak dengan vagina
  3. Melepaskan kondom harus saat penis ereksi
  4. Pada saat melepaskan kondom, basis kondom harus ditahan
  5. Gunakan kondom dengan pelumas yang mengandung spermisida
image

KONDOM WANITA
 
image
image
image

ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM

AKDR – alat kontrasepsi dalam rahim atau IUD – intra uterine device termasuk ke dalam alat kontrasepsi mekanis.

INTRAUTERINE DEVICES-ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM
IUD adalah “chemically inert” yang terdiri dari bahan non-absorable (polyethylene) dan ditambahkan dengan barium sulfat agar “radio opaque”
IUD yang “chemically active” memiliki lingkaran copper atau bahan progestasional.
Saat ini jenis IUD yang ada dipasaran adalah IUD “chemically active”
  • Levonogestrel Device ( MIRENA ) : melepaskan levonogetrel kedalam uterus 20 ug/hari yang mengurangi efek sistemik dari progestin.
  • Copper Device ( Paragard T 380A) : Terdiri dari polyethylene dan barium sulfat terbungkus dengan benang copper

MEKANISME KERJA
  • ????
  • Kemungkinan besar adalah mengganggu proses implantasi
  • Mencegah fertilisasi
  • Respon inflamasi hebat akibat jenis Copper Device merangsang aktivasi lisosome dan reaksi inflamasi lain yang bersifat SPERMISIDAL
  • Reaksi inflamasi juga dapat terjadi pada blastosis
  • Pada penggunaan Progestine Device jangka panjang dapat terjadi atrofi endometrium
  • Progestin juga dapat mencegah penetrasi sperma dengan mengentalkan lendir servik atau mencegah ovulasi (?)
Efektivitas :
  • Efektivitas penggunaan selama satu tahun sama dengan Kontrasepsi Oral
  • Efektivitas setara dengan sterilisasi
  • Angka kegagalan Levonogestrel Device adalah 0.1% ; lebih rendah dibandingkan copper device

Keuntungan :
  • Levenogestrel device menurunkan jumlah darah haid, terapi pada kasus menorrhagia, menurunkan kejadian dismenorea
  • Dapat digunakan pada kasus yang tidak boleh menggunakan kontrasepsi oral  kombinasi

EFEK SAMPING
  • Perforasi uterus – translokasi dan abortus
  • Kejang uterus dan perdarahan
  • Menorrhagia
  • Infeksi


KEHAMILAN DENGAN IUD
Pada kehamilan > 14 minggu, bila benang IUD terlihat maka harus segera ditarik dengan kemungkinan terjadinya abortus (50% bila tidak diambil dan 25% bila diambil )
Abortus pada trimester II bila disertai dengan IUD didalam maka kemungkinan dapat terjadi sepsis




KONTRAINDIKASI PEMASANGAN IUD
image
image

PROSEDUR PEMASANGAN AKDR

  1. Berikan penjelasan atau “brochure” mengenai AKDR-IUD yang berisikan efek samping dan resiko penggunaan IUD
  2. Pastikan bahwa pasien tidak sedang hamil
  3. Pasang saat menstruasi
  4. Pemasangan segera setelah persalinan memiliki resiko ekspulsi dan perforasi yang besar ( sebaiknya pemasangan dilakukan 2 bulan pasca persalinan)
image

TEHNIK INSERSI AKDR
  • Tentukan terlebih dahulu : adakah kontraindikasi ?
  • Konsultasi dengan calon akseptor mengenai masalah IUD
  • Berikan obat NSAID untuk penghilang rasa sakit
  • Lakukan VT untuk menentukan posisi dan ukuran uterus serta adneksa
  • Jangan biarkan IUD berada dalam inserter lebih dari 5 menit sebelum pemasangan
  • Pasang spekulum
  • Bersihkan servik dan dinding vagina dengan larutan antiseptik
  • Cekap bibir depan servik dengan tenakulum , satu gigi dalam ostium dan satu gigi lain diluar ositium
  • Buat agar sumbu uterus dan sumbu servik menjadi lurus
  • Masukkan sonde uterus untuk menentukan arah dan kedalaman uterus dari OUE ke Fundus
  • Sesuaikan pembatas pada inserter sesuai dengan kedalaman uterus
  • Inserter dengan IUD didalamnya dimasukkan kedalam uterus melalui kanalis servikalis sampai ujung inserter di fundus
  • Tarik inserter dengan mempertahankan posisi batang :
  • “the device is not pushed out of the tube, but rather it is held in place by the rod while the inserter tube is withdrawan”
  • Potong tali 2 cm didepan OUE
  • Lepaskan tenakulum dan amati perdarahan pada tempat tusukan tenakulum
  • Lepaskan spekulum
  • Advis untuk datang ke dokter bila ada keluhan
image

Bila benang IUD tidak terlihat :
  • Translokasi ?? atau ekspulsi ???
  • Pastikan dengan pemeriksaan ultrasonografi atau dengan sinar X pada uterus yang dimasuki sonde uterus atau IUD lain ( dimaksudkan sebagai “marker” )
  • Hysterography
  • Sonoultrasonography
  • Hysteroscopy
  • Bila terjadi translokasi IUD, dapat dilakukan pengambilan dengan laparoskopi
Bila terjadi penyakit radang panggul :
  • Bila benang terlalu panjang – potong dan berikan antibiotika dosis tinggi
  • Bila infeksi terlalu berat – berikan antibiotika dosis tinggi – lepaskan IUD – lanjutkan terapi antibiotika

Sabtu, 08 Oktober 2011

IMPLAN

image
APAKAH YANG DIMAKSUD DENGAN IMPLANON?
IMPLANON adalah kontrasepsi hormonal.
Terbuat dari polimer lunak dengan panjang 1.5 inch dan diameter 0.08 inchi.
Ditempatkan dibawah permukaan kulit, sehingga secara terus menerus melepaskan progestin (etonogestrel) dalam jumlah konstan
image
BAGAIMANA PEMASANGAN IMPLANON?
Pemasangan IMPLANON dilakukan secara poliliknis
  1. Area sekitar tempat pemasangan di sterilisasi
  2. Dilakukan injeksi anaestesi lokal
  3. Pemasangan dilakukan dengan aplikator khusus
  4. Dokter dan pasien yakin bahwa penempatan IMPLANON sudah tepat
Sebelum melakukan pemasangan IMPLANON diyakinkan bahwa tidak terdapat kehamilan dengan melakukan  tes kehamilan
Efektivitas IMPLANON adalah 3 tahun, namun setiap saat dapat dilepaskan dan tidak boleh dibiarkan lebih dari 3 tahun
Pada pasien yang sebelumnya tidak menggunakan kontrasepsi hormonal, pemasangan IMPLANON dilakukan antara hari pertama dan kelima dari perdarahan menstruasi
Bila pasien sebelumnya telah menggunakan kontrasepsi hormonal ( birth control ring, atau birth control patch) maka pemasangan IMPLANON dilakukan antara hari pertama dan hari ketujuh periode bebas hormon.
image
BAGAIMANA MEKANISME KERJA IMPLANON?
Setiap batang IMPLANON berisi 68 mg etonogestrel dan tubuh akan menerima dosis konstan setelah pemasangan IMPLANON.
Pada tahun pertama penggunaan, setiap hari akan dilepaskan 60 – 70 mikrogram kedalam sistem. Jumlah ini akan menurun sehingga pada tahun ketiga, setiap hari tubuh pasien hanya akan menerima sekitar 25 mikrogram.
  1. Menghentikan ovulasi
  2. Merubah konsistensi lendir servik sehingga mencegah perjalanan sperma untuk mencapai ovum
  3. Merubah endometrium sehingga mengganggu implantasi
BAGAIMANA EFEKTIVITAS IMPLANON? Selama satu tahun pemakaian , kurang dari 1% akseptor IMPLANON akan mengalami kehamilan. Namun efektivitas untuk akseptor yang kelebihan berat badan atau obesitas tidak diketahui.
KOMPLIKASI dan EFEK SAMPING IMPLANON
EFEK SAMPING
  • Berat badan bertambah
  • Acne
  • Gangguan haid (amenorea – menometroragia)
  • Depresi
  • Gangguan “mood”
  • Nyeri kepala
  • (Gangguan payudara)
  • (Nyeri abdomen dan nyeri haid)
  • Infeksi virus
  • Vaginitis
  • Kecemasan Anxiety
  • Mual
  • Pusing
  • Nyeri punggung
  • Perubahan libido
  • Nyeri di tempat implan

KONTRASEPSI HORMONAL PARENTERAL

INJEKSI PROGESTIN
Selama beberapa tahun ini, jenis yang sering digunakan adalah :
  1. Depo-Provera® (depo MPA - medroxy progesterone acetate)
  2. Cyclofem® (MPA-medroxy progesteron acetate 50 mg + estradiol cypionate 10 mg) )
image

DEPO PROVERA®
Pemberian secara i.m dengan dosis 150 mg setiap 3 bulan
 
image

CYCLOFEM®
Pemberian secara i.m setiap bulan

image

Mekanisme kerja :
  • Mencegah ovulasi dengan memblokade “LH surge” pertengahan siklus
  • Menekan proliferasi endometrium
  • Mengentalkan lendir servik
Keuntungan :
  • Efektivitas lebih baik dibandingkan dengan OC
  • Durasi kerja yang panjang
  • ACOG 2002 a : Gangguan laktasi minimal
  • Anemia defisiensi besi jarang terjadi pada penggunaan yang lama
  • Menurunkan kejadian dismenorea dan mittelschrmez
  • Resiko KE-kehamilan ektopik  menurun
  • Penggunaan bersama dengan antibiotika aman
Kerugian :
  • Perdarahan uterus tak teratur
  • Anovulasi berkepanjangan
  • Kembalinya tingkat fertiltas yang lama pasca penghentian kontrasepsi
  • Diperkirakan akan menambah berat badan ?
  • Penggunaan jangka panjang akan menurunkan densitas kalsium tulang
  • Kenaikan berat badan
  • Tegang pada payudara
  • Alopesia
  • Penurunan LIBIDO
  • Depresi
Kontra indikasi : sama dengan kontra indiikasi OC

Jumat, 07 Oktober 2011

KONTRASEPSI ORAL

KONTRASEPSI HORMONAL
Jenis kontrasepsi ini sangat banyak, terdapat dalam berbagai bentuk antara lain tablet, obat suntik, sediaan transdermal (“patch”) dan sediaan transvaginal (cincin).
Kontrasepsi oral (OC) : kombinasi estrogen sintetik (ethynil estradiol)  dan progestin (pill) atau yang hanya mengandung progestin saja (mini-pill)

KONTRASEPSI KOMBINASI ESTROGEN + PROGESTIN
Kontrasepsi oral [ OC-oral contraceptive ] adalah metode kontrasepsi hormonal yang paling sering digunakan.
  1. Jenis Kontrasepsi Oral :
    • Monofasik : berisi estrogen dan progesteron dalam dosis yang sama didalam 21 buah pil yang aktif.
    • Trifasik : mengandung berbagai dosis progestin. Pada sejumlah jenis obat tertentu, dosis estrogen didalam ke 21 pil aktif bervariasi.
    • Maksud dari variasi ini adalah mempertahankan besarnya dosis pada pasien serendah mungkin selama siklus dengan tingkat kemampuan dalam pencegahan kehamilan yang setara.
    • “Progestin-only pill” : Berisi progestin dosis rendah pada ke 28 pil yang aktif.
  1. Estrogen yang sering digunakan adalah ethinyl estradiol dengan dosis kurang dari 35 µg estrogen.
  2. MESTRANOL adalah estrogen yang digunakan pada pill dosis tinggi ( > 50 µg) dan sekarang sulit didapat di pasaran.
  3. Jenis progestin yang sering digunakan adalah NORETHINDRONE – LEVONORGESTREL – NORGESTREL – NORETHINDRONE ACETAT atau ETHYNODIOL DIACETAT.
  4. Jenis progestin yang memiliki sifat androgenik yang sedikit adalah NORGESTIMATE dan DESTOGESTREL. Jenis progestin terbaru adalah GESTODENE.
  5. Mekanisme kerja utama : Efek kontrasepsi dari OC kombinasi bermacam-macam. Efek terpenting adalah menekan “hypothalamic gonadotropin releasing factor” dengan akibat terjadi inhibisi terhadap sekresi FSH dan LH sehingga ovulasi tidak terjadi.
Peranan progestin :
  • Mencegah ovulasi dengan menekan LH
  • Mengentalkan lendir servik untuk mencegah masuknya sperma
  • Membuat endometrium tidak menguntungkan untuk terjadinya implantasi
Peranan estrogen :
  • Menekan pelepasan FSH
  • Stabilisasi endometrium yang mencegah terjadinya “breakthrough bleeding”
  1. Advis penggunaan kontrasepsi oral :
    • Diminum pada hari pertama haid
    • Diminum tiap hari , pada waktu yang kurang lebih sama, sebaiknya malam hari untuk mengatasi efek mual.
    • Bila terlewatkan 1 pil, keesokan hari diminum 2 pil sekaligus.
    • Bila terlewatkan 2 pil maka gunakan pencegahan cara lain (kondom).
    • Letakkan kemasan OC ditempat yang selalu terlihat (digantungkan di samping cermin pada meja hias).
  1. Rifampicin satu-satunya jenis obat antibiotika yang dapat menurunkan efektivitas pil OC
  1. Obat lain yang diperkirakan dapat menurunkan efektivitas OC:
    • Grisseofulvin
    • Antikonvulsan dan sedatif : Phenytoin, Mephenytoin, Phenobarbital, Primidone, carbamazepine, ethosoxumide
  1. Keuntungan OC :
    • Haid menjadi teratur dengan penurunan angka kejadian dismenorea
    • Penurunan jumlah dan durasi perdarahan
    • OC dapat memperbaiki kondisi anemia defisiensi zat besi
    • Meningkatkan “bone density”
    • Menurunkan resiko karsinoma ovarium dan carcinoma endometrium
    • Mencegah proses hirsutisme
    • Mengatasi “acne”
    • Mencegah artehrogenesis
    • Memperbaiki gejala rheumatoid arthritis
  1. Kemungkinan reaksi samping:
    • Lipoprotein dan Lipid :
      • Pada umumnya OC kombinasi meningkatkan triglycerida dan total cholesterol
      • Menurunkan kadar LDL – meningkatkan HDL
      • Progestin menyebabkan hal yang sebaliknya
    • Metabolisme karbohidrat:
      • Pada usia “tua”, OC menyebabkan gangguan toleransi glukosa terutama akibat komponen progestin
      • Speroff dan Darney 2001 : pada fomulasi OC jenis baru, tidak terdapat gangguan toleransi glukosa.
      • OC tidak meningkatkan resiko DM
    • Metabolisme protein
      • Estrogen:
        • Meningkatkan berbagai jenis globulin produksi hepatik
        • Meningkatkan angiostensinogen
        • Menyebabkan konversi renin → angiostensin I
    • “pill induced hypertension” ?
      • Sesuai dengan dosis estrogen yang digunakan maka, estrogen dapat meningkatkan fibrinogen dan faktor – faktor pembekuan II,VII, IX, X, XII dan XIII serta resiko trombosis.
    • Penyakit hepar: kemungkinan kecil dapat terjadi
      • Cholestasis
      • Cholestatic jaundice
    • Neoplasma : “stimulatory effect on some cancer is always a concern with female sex steroid”
      • Sudah dinyatakan adanya efek perlindungan terhadap kejadian karsinoma ovarium dan endometrium bagi pengguna OC.
      • Terdapat pertentangan dari berbagai hasl laporan mengenai efek terhadap kejadian karsinoma hepar – servik dan payudara.
      • Terdapat hubungan antara resiko kejadian displasia servik dengan penggunaan OC dan resiko kanker invasif pada penggunaan lebih dari 5 tahun.
    • Efek nutrisi : penyimpangan beberapa nutrien sama dengan yang terjadi pada saat kehamilan
    • Efek kardiovaskular :
      • DVT - deep vein thromobosis dan emboli paru serta stroke dan hal ini terutama terjadi pada :
        • Perokok
        • Obesitas
        • Usia > 50 tahun
        • Rasio cholesterol LDL dan HDL yang meningkat
        • Riwayat HT, DM, riwayat keluarga dengan penyakit jantung
      • Kandungan estrogen dan progesteron dalam formula OC baru sudah menurun 4 sampai 10 kali lipat formula OC tahun 60 – 70 ‘ an sehingga memperkecil kemungkinan kejadian efek samping kardiovaskular.
  1. Efek pada SISTEM REPRODUKSI
WaIlach dan Grimes 2000 : amenorea pasca penghentian pil adalah refleksi dari masalah sebelumnya. 90% pasien dengan ovulasi regular akan mengalami ovulasi dalam waktu 3 bulan pasca penghentian pil.
Tak ada hubungan antara OC dengan efek teratogenik.
Truit dkk 2003 : hubungan antara penurunan jumlah ASI dengan OC?
OC - yang mengandung Progestin saja memiliki efek kontrasepsi yang baik dan tidak mempengaruhi efek laktasi sehingga ini adalah jenis pilihan terbaik bagi ibu laktasi selama 6 bulan
Efek lain-lain:
    • Cervical mucorrhoea
    • Vaginitis atau vulvovaginitis akibat candida
    • Chloasma ( jarang terjadi pada formula OC terbaru)
    • Wise dkk 2004 : Mioma uteri tidak bertambah besar
    • Galo dkk ( 2004) : OC dosis rendah tidak menambah berat badan
image
 
image

KONTRASEPSI PROGESTIN
PROGESTIN ORAL
Disebut juga sebagai mini-pills
Tidak bersifat menghambat ovulasi ; hanya merubah lendir servik dan kondisi endometrium.
Harus diminum setiap hari.
Tidak begitu disukai oleh karena menyebabkan perdarahan iregular dan angka kehamilan yang tinggi dibandingkan jenis OC lain.


KEUNTUNGAN
  • Efek minimal terhadap metabolisme karbohidrat atau pembekuan.
  • Tidak menyebabkan Hipertensi
  • Ideal bagi penderita resiko tinggi penyakit jantung
  • Pilihan utama bagi pasien laktasi
KERUGIAN
  • Efek kontrasepsi tidak terlalu efektif
  • Perdarahan uterus iregular : amenorea – bercak – perdarahan lucut
  • Kadang menyebabkan kista ovarium fungsional
“ if a progestin only pill is taken even 4 hours late, a back-up form contraception must be used for the next 48 hours”
Terlihat pada tabel dibawah, jenis obat yang dapat MENURUNKAN EFEKTIVITAS “progestin only pills”

image

SELAYANG PANDANG

Kontrasepsi adalah bagian intergral dan aspek penting dalam praktek OBSTETRI GINEKOLOGI. Bukan hanya menyangkut mengenai EFEKTIVITAS  namun juga menentukan JENIS apa yang sesuai bagi pasien yang bersangkutan.
Tiap pasien BERHAK MEMPEROLEH INFORMASI semua pilihan kontrasepsi yang tersedia dengan jelas..
Tugas klinisi bukan hanya memberikan informasi mengenai PILIHAN yang tersedia, akan tetapi juga menjelaskan KEUNTUNGAN dan KERUGIAN  masing masing jenis pilihan kontrasepsi secara INDIVIDUAL
Pada saat pemberian penjelasan, harus disampaikan pula penjelasan mengapa satu jenis pilihan yang sebenarnya DIKEHENDAKI pasien tapi berdasarkan pertimbangan medis ternyata TIDAK SESUAI.
Sebelum menentukan jenis kontrasepsi , harus dilakukan ANAMNESA dan PEMERIKSAAN FISIK secara lengkap.
Data yang dibutuhkan melalui anamnesa antara lain :
  1. Riwayat medis
  2. Riwayat pembedahan
  3. Riwayat obstetri : tentukan apakah pasien tidak sedang hamil atau masih mempertahankan fungsi reproduksinya.
  4. Riwayat ginekologi
  5. Riwayat PMS-penyakit menular seksual
  6. Jumlah pasangan seksual
  7. Riwayat permasalahan dengan jenis kontrasepsi lain
  8. Frekuensi hubungan badan
  9. Riwayat keluarga : keluarga dengan penyakit kardiovaskular atau keganasan.

KEBUTUHAN KONTRASEPSI
Angka kehamilan dalam 1 tahun pada pasien fertile dengan aktivitas seksual normal berkisar pada angka 90%.
Ovulasi sering mendahului peristiwa menarche, sehingga seorang gadis remaja yang tidak menghendaki kehamilan harus menggunakan kontrasepsi bila dia sudah mulai masuk kedalam aktivitas seksual.
Pilihan kontrasepsi pada wanita menjelang menopause adalah sangat sulit oleh karena tak mudah untuk menentukan saat kapan fertilitas wanita yang bersangkutan sudah berakhir.
Metcalf ( 1979) : “when menstruation remain regular, there was evidence of ovulation in almost every cycle”
Oligomenorrhoea atau siklus haid yang panjang bahkan dengan “hot flashes” , amenorea dan kenaikan kadar gonadotropin TIDAK MENJAMIN SECARA ABSOLUT BAHWA OVULASI SUDAH TIDAK TERJADI.
METODE KONTRASEPSI
  1. Kontrasepsi steroid oral
  2. Kontrasepsi steroid parenteral
  3. Intra Uterine Device – IUD / AKDR
  4. Kontrasepsi steroid transdermal dan transvaginal
  5. Tehnik penghalang fisik atau mekanis
  6. Sanggama terputus pra ejakulasi
  7. Abstinensia sekitar masa ovulasi
  8. Laktasi
  9. Sterilisasi permanen ( kontrasepsi mantap)
KONDOM adalah satu-satunya metode kontrasepsi yang dapat mencegah penularan PENYAKIT INFEKSI MENULAR SEKSUAL
image

EFEKTIVITAS
Efektivitas kontrasepsi ditandai dengan “CARA KHUSUS” dan “PENGGUNAAN YANG TEPAT”
Cara khusus : situasi dimana seseorang lupa minum pil pada saat nya
Penggunaan yang tepat : Penggunaan kontrasepsi secara tepat manakala sedang berhubungan seksual.
Kontrasepsi wanita baku yang paling efektif adalah :
  • Sterilisasi pembedahan
  • AKDR – alat kontrasepsi dalam rahim
  • Implan
Angka kegagalan metode diatas pada tahun pertama kurang dari 1%
Untuk pria, vasektomi adalah kontrasepsi baku yang paling efektif.
Seorang wanita usia reproduktif, bila tidak menggunakan kontrasepsi maka kemungkinan akan terjadi kehamilan dalam satu tahun adalah 85%