Senin, 12 Oktober 2009

PROLAPSUS UTERI

dr.Bambang Widjanarko, SpOG

image Prolapsus organ panggul adalah keadaan yang sering terjadi terutama pada wanita tua.

Diperkirakan lebih dari 50% wanita yang pernah melahirkan normal akan mengalami keadaan ini dalam berbagai tingkatan, namun oleh karena tidak semua diantara mereka mengeluhkan hal ini pada dokter maka angka kejadian yang pasti sulit ditentukan.

Prolapsus organ panggul disebut pula sebagai prolapsus uteri – prolapsus genitalis – prolapsus uterovaginal – “pelvic relaxation” – disfungsi dasar panggul – prolapsus urogenitalis atau prolapsus dinding vagina.

Prolapsus organ panggul terjadi akibat kelemahan atau cedera otot dasar panggul sehingga tidak mampu lagi menyangga organ panggul. Uterus adalah satu satunya organ yang berada diatas vagina. Bila kandung kemih atau usus bergeser maka keduanya akan mendorong dinding vagina. Meskipun prolapsus bukan satu keadaan yang bersifat “life threatening”, namun keadaan ini menimbulkan rasa tak nyaman dan sangat mengganggu kehidupan penderita.

image Prolapsus uteri adalah keadaan yang terjadi akibat otot penyangga uterus menjadi kendor sehingga uterus akan turun atau bergeser kebawah dan dapat menonjol keluar dari vagina. Dalam keadaan normal, uterus disangga oleh otot panggul dan ligamentum penyangga. Bila otot penyangga tersebut menjadi lemah atau mengalami cedera akan terjadi prolapsus uteri. Pada kasus ringan, bagian uterus turun ke puncak vagina dan pada kasus yang sangat berat dapat terjadi protrusi melalui orifisium vaginae dan berada diluar vagina. Prolapsus uteri sering terjadi bersamaan dengan urethrocele dan cystocele (urethra dan atau kendung kemih terdorong keluar dari dinding depan vagina ) dan rectocele (dinding rectum terdorong keluar dari dinding belakang vagina)

JENIS PROLAPSUS UTERI

Terdapat beberapa jenis prolapsus yang dapat terjadi pada daerah panggul wanita dan terbagi menjadi 3 kategori sesuai dengan bagian vagina yang terkena : dinding anterior – dinding posterior atau bagian atas vagina . Seringkali terdapat kombinasi dari jenis tersebut .

Prolapsus dinding depan vagina :

  1. Cystocele ( prolapsus kandung kemih )
  2. Urethrocele ( prolapsus urethra )

Prolapsus dinding belakang vagina :

  1. Enterocele
  2. Rectocele

S01790-024-f001

Prolapsus bagian atas vagina :

1. Prolapsus uteri ; terdiri dari 3 tingkatan yaitu

  • Derajat I – uterus sedikit turun kedalam vagina dan biasanya keadaan ini tidak disadari oleh penderita
  • Derajat II – uterus turun lebih jauh kedalam vagina sehingga ujung uterus berada di orifisium vaginae
  • Derajat III – Sebagian besar uterus sudah keluar dari vagina (keadaan ini disebut sebagai prosidensia uteri.

image

2. Prolapsus vagina ( vaginal vault ) : vaginal vault adalah puncak vagina dan bagian ini dapat turun dengan sendirinya pasca histerektomi. Komplikasi ini terjadi pada 15% pasien pasca histerektomi

image

GEJALA dan TANDA

  • Sering tidak menimbulkan gejala atau keluhan
  • Pasien merasa ada sesuatu yang keluar dari vagina
  • Rasa tak nyaman di abdomen bagian bawah
  • Inkontinensia urine (stress incontinence)
  • Gangguan miksi ( dysuria )
  • Konstipasi
  • Dispareunia
  • Iritasi , infeksi vulva

ETIOLOGI

Prolapsus terjadi bila otot dan ligamentum dasar panggul sangat teregang terutama akibat persalinan lama atau usia tua ( umumnya prolapsus terjadi pada usia diatas 55 tahun ) selain hal tersebut etiologi lain adalah :

  • Obesitas
  • Keganasan uterus
  • Diabetes
  • Bronchitis chronis
  • Asma
  • Pekerjaan - pengangkat beban berat terutama bila otot panggul sudah lemah atau uterus retroversio

PENCEGAHAN

  • Menjaga berat badan dengan merubah gaya hidup
  • Latihan otot dasar panggul ( Kegel Exercise )
  • Hindari konstipasi
  • Olah raga teratur
  • Berhenti merokok
  • Jangan mengangkat beban berat

OUTCOME YANG DIHARAPKAN
Terapi agresif seringkali tidak perlu dikerjakan mengingat bahwa keadaan ini tidak bersifat “life threatening” . Olah raga dapat memperbaiki funsgi otot dasar panggul. Pembedahan hanya dilakukan pada kasus prolapsus yang berat

KOMPLIKASI

  • Ulkus servik
  • Hemoroid akibat konstipasi
  • Obstruksi saluran urine

Clinical grading of pelvic organ prolapse

Grade

Description

0

No descent

1

Descent between normal position and ischial spines

2

Descent between ischial spine and hymen

3

Descent within hymen

4

Descent through hymen

TERAPI

Pada kelemahan otot dasar panggul ringan, latihan dasar panggul dapat memperbaiki tonus otot dasar panggul. Selain itu, penggunaan pesarium dapat dikerjakan pada kondisi sebagai berikut :

  1. Keadaan umum pasien yang tidak memungkinkan
  2. Selama kehamilan atau pasca persalinan
  3. Untuk mendukung proses [penyembuhan ulkus dekubitus

Pesarium dapat menyebabkan iritasi dan ulserasi. Secara periodik ( setiap 6 – 12 minggu ) pesarium vaginal harus dilepas , dibersihkan dan kemudian dipasang kembali. Kesalahan pemasangan dapay meyebabkan terjadinya fistula, perdarahan dan infeksi.

S01790-024-f002

clip_image001[4]

TERAPI PEMBEDAHAN

Tujuan utama terapi adalah :

  1. Menghilangkan keluhan
  2. Restorasi hubungan anatomis yang normal
  3. Restorasi fungsi organ visera
  4. MEmungkinkan aktivitas sanggama berlangsung normal

ANTERIOR KOLPORAFI

Dilakukan untuk koreksi sistokel dan pergeseran urethra. Tindakan berupa memperbaiki fascia puboservikal untuk menyangga vesica urinaria dan urethra

POSTERIOR KOLPORAFI

Dilakukan untuk koreski enterocele

PERINEORAFI : memperbaiki kerusakan corpus perinealis

Operasi MANCHESTER

Merupakan kombinasi kolporafi anterior - amputasi servik yang memanjang – kolpoperineorafi posterior – menjahit ligamentum Cardinale didepan puntung servik untuk membuat uterus anteversio.

Histerektomi vaginal

Dikerjakan histerektomi saja atau disertai dengan kolporafi anterior dan posterior

Operasi LeFort colpocleisis

Tindakan ini terdiri dari :

Menjahit dinding sebagian anterior dan posterior vagina yang terbuka ( partial colpocleisis ) sedemikian rupa sehingga uterus berada dibagian atas penutupan vagina tersebut.

Complete Colpocleisis

Obliterasi vagina secara total

Colpoplexy

Menggantung puntung vagina (transvaginal atau transabdominal) pada sacrum atau ligamentum sacrospinosum atau ligamentum sacrouterina

Rujukan :

  1. Olsen AL, Smith VJ, Bergstrom JO, et al. Epidemiology of surgically managed pelvic organ prolapse and urinary incontinence. Obstet Gynecol. Apr 1997;89(4):501-6. [Medline].
  2. Lazarou G, Scotti RJ, Zhou HS, et al. Preoperative Prolapse Reduction Testing as a Predictor of Cure of Urinary Retention in Patients with Symptomatic Anterior Wall Prolapse. Int Urogynecol J Pelvic Floor Dysfunct. 2000;11:S60.
  3. Scotti RJ, Flora R, Greston WM, et al. Characterizing and reporting pelvic floor defects: the revised New York classification system. Int Urogynecol J Pelvic Floor Dysfunct. 2000;11(1):48-60. [Medline].

  4. Lazarou GL, Chu TW, Scotti RJ, et al. Evaluation of pelvic organ prolapse: inter-observer reliability of the New York classification system. Int Urogynecol J Pelvic Floor Dysfunct. 2000;11:S57.

  5. Lazarou G, Scotti RJ, Mikhail MS, et al. Pull out strengths of sacral and vaginal attachment sites in cadavers. J Pel Med Surg. 2004;10:1-4.

  6. Scotti RJ. Investigating the elderly incontinent woman. In: Grody MHT, ed. Benign Postreproductive Gynecologic Surgery. NY: McGraw-Hill; 1995:114.

  7. Schraub S, Sun XS, Maingon P, et al. Cervical and vaginal cancer associated with pessary use. Cancer. May 15 1992;69(10):2505-9. [Medline].

  8. Scotti RJ, Lazarou G. Abdominal approaches to uterine suspension. In: Gersherson DM, ed. Operative Techniques in Gynecologic Surgery. Philadelphia, Pa: WB Saunders Co; 2000:88-99.

    2 komentar: