Rabu, 07 Oktober 2009

MIOMA UTERI

dr.Bambang Widjanarko,SpOG

Fak.Kedokteran & Kesehatan UMJ

uterine_fibroids Mioma uteri adalah tumor jinak yang berasal dari sel otot polos dan jaringan ikat uterus. Mioma uteri adalah neoplasma yang paling sering terjadi dalam uterus. Diperkirakan sekitar 45% wanita memiliki mioma pada usia 50 an namun sebagian besar bersifat asimptomatik.

GEJALA MIOMA UTERI

  • Perdarahan haid berlebihan
  • Nyeri panggul
  • Rasa tidak enak pada abdomen bagian bawah
  • Infertiliti

Perubahan menjadi ganas sangat jarang ( degenerasi sarkomatosa kira kira 1 : 1000 kasus mioma uteri )

FAKTOR RESIKO

  • Usia
  • Ras
  • Nulipara
  • Riwayat keluarga
  • Obesitas
  • Pemberian pil kontrasepsi oral atau DMPA – depo medroksiprogesteron asetat dapat mengurangi resiko

PATOGENESIS

Faktor yang mengawali terjadinya mioma uteri tidak diketahui secara pasti, namun diketahui bahwa hormon steroid ovarium sangat mempengaruhi pertumbuhannya.

Mioma uteri jarang terjadi sebelum menarche kecuali bila ada stimulasi dari pemberian hormon secara eksogen.

Mioma uteri membesar secara dramatik saat kehamilan.

Mioma uteri memiliki jumlah reseptor estrogen dan progesteron yang lebih banyak dibandingkan dengan sel otot polos lain.
Estrogen memicu proliferasi sel otot polos dan progesteron meningkatkan produksi protein yang mengganggu proses apoptosis ( “programmed cell death”)

Mioma uteri juga memiliki kandungan “growth Factor” yang lebih tinggi yang mampu menstimulasi produksi fibronektin dan kolagen ( komponen utama matriks ekstraseluler yang khas untuk mioma uteri ).

KARAKTERISTIK

Mioma uteri hampir selalu berbentuk bulat – berbatas tegas dengan sekitarnya, berwarna putih , padat dan pada irisan melintang akan terlihat adanya lapisan lapisan yang membentuknya.

Meskipun berbatas tegas, mioma uteri tidak memiliki kapsul , pseudocapsule terbentuk akibat adanya otot polos perifer yang tertekan. Sejumlah pembuluh darah dan pembuluh limfe menembus ‘pseudocapsule’ untuk memasok kebutuhan pembesaran tumor.

800px-Leiomyoma

Perubahan degeneratif yang paling sering terlihat adalah ‘hyaline degeneration’ dimana jaringan ikat dan otot polos diganti oleh jaringan hialin. Bila bahan hialin terurai akibat gangguan pasokan pembuluh darah maka akan terjadi “cystic degeneration”

Pasca menopause sering terjadi “calcification”

800px-Lipoleiomyoma2

Meski sangat jarang perubahan degenerasi yang dapat terjadi adalah “fatty degeneration“

Pada masa kehamilan, 5 – 10% penderita mioma akan mengeluh adanya rasa nyeri akibat “red degeneration”

JENIS MIOMA UTERI

  1. INTRAMURAL
  2. SUBSEROSA
  3. SUBMUKOSA

S01790-020-f003

SIMPTOMATOLOGI

Sebagian besar tidak menunjukkan gejala dan tanda apapun

  • Kecemasan pasien akibat merasa ada sesuatu dalam perutnya
  • Nyeri panggul
  • Rasa berat di abdomen bagian bawah
  • Sakit punggung
  • Gangguan miksi (akibat penekanan tumor pada kandung kemih )
  • Retensio urine atau hidronefrosis akibat tekanantumor yang besar dalam rongga panggul
  • Menoragia ( pada jenis tumor intramural atau submukosa )
  • Metroragia ( pada jenis mioma submukosa yang menyebabkan ulserasi pada endometrium sekitar tumor )
  • Perdarahan banyak dengan segala akibatnya : anemia, lesu, dispnea dan gagal jantung kongestif
  • Mioma uteri jarang menyebakan rasa nyeri yang hebat kecuali pada kasus degenerasi merah ( infark ) yang sering terjadi pada masa kehamilan
  • Dispareunia akibat inkarserasi
  • Dismenorea sekunder
  • Infertliti
  • Abortus

TANDA

  • Untuk tumor yang lebih besar dari 12 – 14 minggu, palpasi abdomen dapat merasakan adanya masa dalam abdomen
  • Untuk tumor submosa, palpasi abdomen tidak akan memberi hasil yang memadai
  • Pada pemeriksaan bimanual, tumor subserosa atau intramural dapat diraba dengan mudah pada pasien dengan dinding abdomen yang tidak terlampau tebal
  • Bila gerakan dari masa tumor diikuti dengan gerakan servik maka diagnosa cenderung pada mioma uteri

336139-405676-1120

Transabdominal sagittal sonogram shows a heterogeneous but predominately hypoechoic posterior uterine fibroid.

336139-405676-1121

More midline image obtained in the same patient as in Image 1 shows 2 markers that delineate the margins of the endometrial stripe.

DIAGNOSA BANDING

  1. Sarkoma uteri
  2. Inflamasi yang menyebabkan terbentuknya tumor panggul ( hidrosalping, abses tuba )
  3. Kista ovarium
  4. Proses dalam usus
  5. Keganasan kolon
  6. Adenomiosis ( pembesaran uterus secara merata )

PENATALAKSANAAN

Pada umumnya, bila terdeteksi mioma uteri yang kecil maka dilakukan evaluasi tumor 6 bulan kemudian secara ultrasonografis, harus disingkirkan kemungkinan terjadinya pertumbuhan cepat dari leiomiosarkoma

Intervensi diberikan sesuai dengan masalah klinik yang ada

Bila keluhan utama adalah menorrhagia maka dapat dilakukan aspirasi endometrial atau kuretase fraksional untuk terapi dan menegakkan diagnosa.

PENATALAKSANAAN MEDIS

MENORAGIA pada sejumlah kasus dapat diatasi secara hormonal dengan memberikan terapi progestin ( medroksiprogesteron asetat oral atau injelsi ), IUD levonorgestrel atau metode kontrasepsi hormonal kombinasi dengan tujuan utama mengurangi jumlah darah haid

Pemberian GnRH agonis diberikan untuk blokade steroidogenesis ovarium sehingga menghambat proliferasi endometrium dan secara serempak memperkecil volume miomterium dan leiomioma sehingga perdarahan diperkecil dan mengurangi hilangnya darah saat operasi

Percobaan klinik dengan memberikan antiprogesteron receptor antagonis MIFEPRISTONE (RU 486) berhasil mengurangi volume leiomioma sebanyak 50% dalam waktu 3 bulan.

Pemberian dengan dosis 5, 25 atau 50 mg / hari selama 6 bulan dapat menghentukan endometriosis dan mengurangu ukuran mioma tanpa mengganggu densitas tulang seperti yang terlihat pada terapi dengan GnRH agonis.

PEMBEDAHAN

Terapi pembedahan dilakukan pada kasus yang tidak memberikan respon terhadap terapi medikamentosa

Bila pasien masih menghendaki agar uterus dipertahankan maka terapi pilihan adalah miomektomi

Intervention for patients with leiomyomata not amenable to medical therapy*:

Clinical Presentation

Non medical option

Comment

Desired fertilityEmbolization or myomectomyUsually used for a limited number of leiomyomata
Desired uterine preservation or poor surgical riskEndometrial ablation or embolizationEmbolization only for limited number of leiomyomata
No desired fertility or uterine preservationEndometrial ablation or hysterectomyHysterectomy s definitive therapy
Rapidly growing uterus ( double in size in 6 months )Exploration laparotomy abdominal hysterectomyMore extensive surgery if maligancy discovered

* Generally failed medical therapy or large ( more than 12 – 14 week’s gestaional size uterus )

Rujukan :

  1. Obstet Gynecol. 2006 Jun;107(6):1453-72.
  2. Callen PW, ed. Ultrasonography in Obstetrics and Gynecology. 5th ed. Philadelphia, Pa: Saunders Elsevier; 2007.
  3. Huyck KL, Panhuysen CI, Cuenco KT, et al. The impact of race as a risk factor for symptom severity and age at diagnosis of uterine leiomyomata among affected sisters. Am J Obstet Gynecol. Feb 2008;198(2):168.e1-9. [Medline].
  4. Kaminski P, Gajewska M, Wielgos M, et al Laparoscopic treatment of uterine myomas in women of reproductive age. Neuro Endocrinol Lett. Feb 2008;29(1):163-7. [Medline].

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar