Sabtu, 26 September 2009

HEPATITIS dalam KEHAMILAN

Hepatitis simptomatik pada kehamilan pada 15 tahun terakhir ini sangat jarang terjadi di negara maju.
Dikenal 5 jenis infeksi viral hepatitis :
  1. Hepatitis A
  2. Hepatitis B
  3. Hepatitis D
  4. Hepatits C
  5. Hepatitis E
Pada umumnya infeksi berlangsung subklinis dan gejala klinik umumnya berupa :
  • Demam ringan
  • Mual dan muntah
  • Nyeri kepala
  • Lesu
  • Ikterus ( 1 – 2 minggu setelah gejala diatas)
Pendekatan diagnostik  hepatitis
HAV = Virus Hepatitis A ; HBc = Hepatis B core ; HbsAg = Hepatitis B surface antigen ; HCV = virus Hepatitis C
a HbsAg mungkin dibawah nilai ambang deteksi sehingga menjadi negatif
Diambil dari : Dienstag and Isselbacher (2001a)

Komplikasi :
  • Case Fatality Rate pada non-hamil dengan hepatitis akut 0.1%
  • Kasus fatal biasanya berhubungan dengan nekrosis hepar fulminan ( umumnya disebabkan oleh hepatitis B dan hepatitis D)
  • Infeksi kronis umumnya disebabkan oleh infeksi hepatits B (kira-kira 10%) dan C ( majoritas pasien hepatitis kronis)


HEPATITIS B
Endemik disejumlah daerah terutama di Asia dan Afrika.
Disebabkan oleh DNA hepadna virus
Penyebab utama hepatitis akut dengan dampak ikutan kronis berupa cirrhosis hepatis dan karsinoma hepatoselulare
Sering terjadi pada penyalahguna obat intravena, homoseksual, tenaga medis dan penerima transfusi.
Penularan dapat terjadi secara seksual melalui lendir vagina, saliva dan cairan semen.


Dampak terhadap kehamilan :
Seperti halnya infeksi virus Hepatits A, perjalanan klinis infeksi Hepatits B tidak dipengaruhi oleh kehamilan.
Terapi berupa terapi suportif dan mencegah terjadinya persalinan preterm.
Janin yang terinfeksi dengan virus Hepatitis B umumnya asimptomatik namun 85% akan menjadi kronis


HEPATITIS D
Disebut pula sebagai delta hepatitis
Disebabkan oleh RNA vuirus yang cacat yang merupakan partikel hybrid dengan lapisan HbsAg dan inti Delta.
Infeksi virus ini harus bersamaan dengan virus Hepatits B
Penularan sama dengan virus Hepatitis B
Infeksi kronis hepatitis B dan D secara bersamaan lebih berat dibandingkan infeksi virus hepatitis B saja.


HEPATITIS C
Disebabkan infeksi virus RNA dari famili Flavyriviridae
Cara penularan sama dengan virus Hepatitis B
Perjalanan penyakit tidak dipengaruhi oleh kehamilan dan outcome perinatal tidak berubah pada kasus dengan HCV yang positif. Yang perlu menjadi perhatian adalah bahwa infeksi hepatitis C dapat berlangsung secara vertikal.

Rujukan :
  1. ACOG education pamphlet – hepatitis B virus in pregnancy http://www.acog.org/publications/patient_education/bp093.cfm
  2. American College Of Obstetrician and Gynecologist : Perinatal viral and parasitic infection. Practice Bulletin No.20, September 2000
  3. Cunningham FG et al : Infection in Williams Obstetrics” , 22nd ed, McGraw-Hill, 2005

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar