Selasa, 23 Agustus 2011

EMESIS GRAVIDARUM

image
SELAYANG PANDANG
Dalam proses kehamilan, mual dan muntah adalah keadaan normal. Lebih dari 70% wanita hamil mengalami keluhan tersebut pada trimester pertama dalam derajat ringan sampai sedang. Keluhan ini umumnya menghilang pada bulan ke empat kehamilan.
Keluhan ini sering kali pula dinamakan morning sickness, mengingat bahwa keluhan ini seringkali terjadi di pagi hari
Pada keadaan yang sangat jarang , keluhan ini menjadi semakin berat sehingga terjadi keluhan mual dan muntah yang sangat hebat dan menyebabkandehidrasi, and penurunan berat badan hebat. Keadaan ini dinamakan hiperemesis gravidarum, yang dapat menyebabkan terganngunya aktivitas keseharian pasien.
ETIOLOGI
Penyebab pasti keluhan mual dan muntah selama kehamilan masih belum jelas. Sebagian besar bukti memperlihatkan bahwa keadaan ini disebabkan oleh perubahan kadar hormone yang sangat cepat. Fluktuasi ini mengakibatkan perubahan pada pola kontraksi dan relaksasi otot polos lambung dan usus sehingga menyebabkan keluhan mual dan muntah
Hormon yang berperan dalam kejadian ini adalah human chorionic gonadotropin (hCG), estrogen, dan progesterone. Kadar abnormal dari hormon tiroid dijumpai pada hyperemesis gravidarum, meskipun hubungan sebab akibat dalam hal ini juga tidak jelas. Sejumlah penelitian memperlihatkan bahwa keluhan mual dan muntah ini semakin hebat bila kadar gula darah rendah
Peneliti juga menemukan kenyataan bahwa wanita yang mengalami komplikasi mual akibat pemakaian pil kontrasepsi oral, migraines, ataur mabuk kendaraan memiliki resiko tinggi untuk mengalami keluhan hyperemesis gravidarum
Teori penyebab dari hiperemesia gravidarum :
  1. Hormonal: Meningkatnya kadar human chorionic gonadotropin (hCG) atau komponen dari hormone ini berperan dalam menginduksi EG. Thyrotoxicosis atau hyperthyroidism diduga memiliki kaitan dengan EG.Hormon lain yang terkait adalah serotonin. Serotonin adalah bahan kimiawi dalam otak yang mempengaruhi sistem saraf pusat dan saluran gastrointestinal (GI) . Selama kehamilan , aktivitas saluran gastrointestinal bagian atas menurun dan menyebabkan terjadinya mual dan muntah.
  1. Gastrointestinal: Helicobacter pylori bakteri dalam usus yang dapat menyebabkan ulcus peptikum atau tukak lambung. Bakteri ini dijumpai pada sebagian besar wanita hamil dan lebih banyak lagi pada kasus EG.Untuk mengatasi keadaan ini seringkali digunakan antibiotika.
  1. Psikosiosial : Masih merupakan kontroversi , sejumlahpeneliti menemukan kaitan antara EG dengan reaksi penolakan wanita terhadap kehamilan akibat konflik keluarga atau lingkungannya. Dengan demikian maka pada kasus HG seringkali diperlukanj konsultasi psikologis.
Patofisiologi HG
GEJALA DAN TANDA
Morning sickness: Sebagian wanita mengeluhkan mual dan muntah hanya pada pagi hari. Pada sebagian wanita keluhan mual dan muntah dapat berlangsung pada saat saat tertentu sepanjang hari.
  • Produksi air liur meningkat, sensisitivitas terhadap bau-bau an tertentu
  • Gejala umumnya dimuali pada minggu ke empat sampai minggu kedelapan terhitung dari hari pertama haid terakhir , mencapai puncaknya pada minggu ke 11 – 13 dan berangsur angsur mereda setelah kehamilan minggu ke 14 – 16.
  • Demam, diarrhea, and nyeri abdomen hebat tidak ada kaitannya dengan EG, bila ini terjadi maka perlu di eksplorasi penyebabnya..
Etiologi EG
Hiperemesis Gravidarum: Keadaan ini terjadi bila keluhan mual dan muntah menyebabkan berat badan turun > 5% dan terjadinya dehidrasi. HG adalah keadaan ekstrim yang menyebabkan terganggunya aktivitas keseharian pasien dan memerlukan perawatan di rumah sakit.
Terapi Hyperemesis Gravidarum :
  • Perawatan di Rumah Sakit
  • Singkirkan kemungkinan lain mual antara lain infeksi saluran air seni dan penyakit yang memerlukan pembedahan seperti apendisitis atau ileus obstruktif
  • Pemeriksaan darah :
    • Hemoglobin ,
    • BUN dan serum creatinibe
    • Elektrolit
    • Gula darah
    • Test Fungsi Hepar, Kadar TSH dan tiroksin
  • Batasi asupan makan makan per oral
  • Terapi cairan untuk mengatasi dehidrasi
  • Pemberian makanan via NGT – naso gastric tube
  • Pemberian makanan oral secara gradial
  • Piridoksin 25 mg , 3 dd 1
  • Promatehazine infuse
  • (terminasi kehamilan)??

1 komentar: