Kamis, 18 Agustus 2011

PERKEMBANGAN GONAD PADA EMBRIO

image

PERAN KROMATIN SEKS DALAM PERKEMBANGAN ORGAN REPRODUKSI

Semua mamalia betina homogamet dan menggambarkan jalur yang ‘gagal’ dalam diferensiasi seksual. Organisme homogamet menghasilkan gamet dalam bentuk kromosom tunggal.
Pada manusia semua oosit normal secara genetik akan membawa 22 otosom dan 1 kromosom X ( 22X).
Kedua jenis genotip seks embrio mamalia mendapat banyak estrogen plasenta selama perkembangannya. Pada keadaan tidak adanya faktor spesifik yang diatur oleh gen tunggal pada kromosom Y, maka embrio akan berkembang dengan fenotipe wanita. Wanita , seperti halnya mamalia betina, menggambarkan fenotipe seks yang mendasar atau tidak dapat berdiferensiasi.
Semua mamalia jantan bersifat heterogamet. Mamalia jantan memproduksi gamet dengan komplemen kromosom 22X dan 22Y.
Pria memiliki fenotipe seks yang berbeda. Dengan beberapa pengecualian, setiap individu yang membawa bagian spesifik dari kromosom Y akan membentuk testis dan fenotipe pria.
Bagian kromosomom Y ini telah dikenal sebagai bagian yang menentukan seks pada kromosom Y ( sex determining region of the Y chromosome- SRY ).
Instruksi khusus dari daerah SRY kromosom Y mengarahkan gonad yang tidak berdiferensiasi untuk membentuk testis. Tanpa adanya SRY, janin akan berkembang melalui jalur fenotipe yang gagal atau perempuan.
Kromosom Y jauh lebih kecil daripada kromosom X dan DNA yang dapat digunakan untuk sintesa RNA sangat sedikit. Oleh karena itu, banyak gen yang mengendalikan perkembangan testis dari gonad yang belum berdiferensiasi bertempat pada kromosom lainnya, termasuk otosom dan kromosom X. Namun demikian, kromosom Y mengandung gen yang spesifik dan mempunyai cetakan tunggal yang menentukan diferensiasi testis.

 

DIFERENSIASI GONAD

image
Perkembangan gonad manusia dimulai minggu ke 4 masa embrio (minggu ke 6 siklus menstruasi) seiring dengan pembentukan dinding ventral tubuh.
Korda seks ( sex cord ) yang terbentuk dari sel sel germinal berhubungan dengan dinding Coelum (permukaan gonad) dan menjadi satu struktur organ yang dapat berkembang menjadi testis dan ovarium. Perkembangan yang tidak lengkap pada tahapan ini akan menyebabkan terlihatnya struktur hermaphrodit ( ketidak sesuaian antara genetik dan gonad ).
Pada pria genetik, produk gen yang dibentuk oleh aktivasi lokus SRY pada kromosom Y kini menyebabkan korda seks yang tidak berdiferensiasi menjadi tambah besar, dan mulai membentuk testis primitif.
Sel germinal primordial dalam korda seks mulai ber diferensiasi menjadi sel sperma imatur ( spermatogonium ). Sel-sel korda seks penunjang membentuk prekursol sel-sel Sertoli 
Diferensiasi ovarium terjadi kira kira 2 minggu lebih lama daripada perkembangan testis.
Ovarium dan testis secara histologis dapat dibedakan satu sama lain pada kehamilan minggu ke 8. Derivat epitel germinal akan menjadi sel Sertoli pada pria dan sel granulosa pada wanita.
Setelah gonad yang belum berdiferensiasi mulai berkembang menjadi ovarium atau testis, diferensiasi seksual selanjutnya hanya tergantung pada produk sekresi dari testis.
Pada keadaan tidak adanya sekresi testis, fenotipe yang berkembang pasti wanita. Ovarium dan produk sekresinya tidak berperan dalam perkembangan uterus, tuba falopii atau vulva.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar