Kamis, 18 Agustus 2011

PUBERTAS PADA ANAK LAKI-LAKI

image

Pubertas merupakan proses dimana seorang individu yang belum dewasa akan mendapatkan ciri-ciri fisik dan sifat yang memungkinkannya untuk mampu ber reproduksi.
Pada anak laki-laki, pubertas sebagian besar merupakan respon tubuh terhadap aktivitas androgen yang meluas , sekresi testis dibawah pengaruh gonadotopin hipofisis anterior
Onset pubertas dipengaruhi oleh :
  • Geografi
  • Etnis
  • Perbedaan status ekonomi.
PERUBAHAN FISIK PADA MASA PUBERTAS
Pubertas terlihat saat dimulainya pembesaran testis antara usia 9 – 14 tahun. Ciri-ciri seksual sekunder terlihat progresif 2 – 2.5 tahun kemudian. Pertumbuhan rambut wajah tampak paling akhir dan belum tumbuh sempurna sampai usia 20 – 25 tahun.
Menurut sistem yang dikembangkan oleh Marshall dan Tanner, perubahan fisik pada anak laki-laki dibagi menjadi 5 tahap:

PERTUMBUHAN SKROTUM, TETIS DAN PENIS
Tahap
Deskripsi
Rerata
Kisaran
1
Praremaja. Ukuran serta proporsi testis skrotum dan penis kira kira sama dengan awal masa anak-anak



2
Skrotum dan testis membesar, teksture kulit skrotum berubah. Panjang testis 2.0 – 3.2 cm
11.6
9.5 – 13.8
3
Penis bertambah panjang. Testis dan skrotum membesar. Panjang testis 3.3 – 4.0 cm
12.9
10.8 – 14.9
4
Penis semakin panjang dan lebar. Glans berkembang.Pembesaran testis dan skrotum berlanjut.Skrotum menghitam
13.8
11.7 – 15.8
5
Ukuran dan bentuk genitalia dewasa. Panjang testis > 5 cm
14.9
12.7 – 17.1

PERTUMBUHAN RAMBUT PUBIS
Tahap
Deskripsi
Rerata
Kisaran
1
Praremaja. Tidak terdapat rambut pubis
2
Pertumbuhan tipis rambut halus, lurus dan sedikit ber pigmen di dasar penis
13.4
11.2 – 15.6
3
Rambut menghitam, menebal dan sebagian besar keriting. Rambut menyebar jarang
13.9
11.9 – 16.0
4
Rambut seperti dewasa dengan area yang lebih sempit. Tidak ada penyebaran di bagian medial paha
14.4
12.2 – 16.5
5
Sama seperti dewasa
15.2
13.0 – 17.3

ADRENARKE
Istilah ini menggambarkan peran kelenjar adrenal pada pubertas. Pada adrenarke terjadi peningkatan snitesa dan sekresi androgen yang relatif lemah seperti androstenedione, dehidroepiandrosteron (DHEA), dan dehidroepiandrosteron sulfat (DHEA-S).
Androgen berperan dalam memulai pertumbuhan rambut aksila dan pubis.
Androgen adrenal di konversi di perifer menjadi androgen yang lebih poten yaitu : testosteron dan dihidrotestosteron (DHT).
Testosteron dan DHT selanjutnya menstimulai pertumbuhan rambut pubis dan aksila serta sekresi kelenjar sebasea.

PEMATANGAN TESTIS
Pematangan testis saat pubertas dimulai saat terjadinya produksi androgen oleh sel Leydig, pertumbuhan tubulus seminiferus dan spermatogenesis. Ketiga kejadian tersebut dikendalikan gonadotropin FSH dan LH.
Dimulainya pubertas diduga akibat lepasnya generator denyut GnRH di hipotalamus dari inhibisi SSP.
Peningkatan ukuran testis pada awal pubertas sebagian besar adalah hasil dari peningkatan masa tubulus seminiferus dan dimulainya proses spermatogenesis.

CIRI-CIRI SEKSUAL SEKUNDER
Testosteron dan metabolitnya menyebabkan perubahan somatik pada anak laki-laki sebagao berikut :
  • Pembesaran laring
  • Suara lebih dalam dan berat
  • Peningkatan masa tulang
  • Peningkatan masa dan kekuatan otot skeleton
  • Penebalan kulit
  • Peningkatan dan penebalan rambut pada batang tubuh, penis, pubis , aksila dan wajah .
PERTUMBUHAN SOMATIK
Pertumbuhan somatik pada pubertas adalah interaksi komplek antara steroid seks gonad , hormon pertumbuhan ( growth hormon – GH) dan Insulin-Like Growth Factor I (IGF-I)
Insulin dan tiroksin diperlukan bagi pertumbuhan tubuh yang optimal.
Tidak adanya GH, IGF-I atau resptor IGF-I akan menyebabkan dwarfisme somatic meskipun kadar steroid sek dalam plasma dalam batas normal.
Efek testosteron pada pertumbuhan tulang terjadi secara tidak langsung dan diduga akibat aromatisasi testosteron menjadi estradiol.
Peran testosteron pada otot terjadi secara langsung dimana androgen bekerja secara langsung dalam meningkatkan massa otot.
Tinggi pria dewasa dipengaruhi oleh : predisposisi genetik, indeks massa tubuh saat onset pubertas, nutrisi dan lamanya pubertas.
Anak dengan lemak tubuh yang banyak cenderung untuk mengalami pubertas lebih dini.
Androgen memiliki efek anabolik langsung pada massa otot. Peningkatan sekresi androgen selama pubertas meningkatlkan massa otot pada anak laki dan perempuan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar