Rabu, 07 September 2011

AMENOREA

image
Evaluasi & Diagnostik Amenorea Primer

DEFINISI : Tidak adanya peristiwa menstruasi (haid) atau haid berhenti.
KONDISI FISIOLOGIS PENYEBAB AMENOREA :
  1. Anak perempuan pada masa pra pubertas
  2. Kehamilan
  3. Menyusui
  4. Menopause
ANGKA KEJADIAN AMENOREA PATOLOLOGIS : 5% wanita pada usia reproduktif dan harus dilakukan evaluasi.
AMENOREA PRIMER
Tidak adanya menstruasi pada wanita yang telah berusia 16 tahun
Angka kejadian : 1 – 2%
Evaluasi :
Evaluasi ditujukan terutama pada ada atau tidaknya (lihat gambar diatas)
  1. Uterus
  2. Vagina
  3. Perkembangan payudara
image
Etiologi:
  1. Kegagalan Gonad (35%)
  2. Disfungsi hipotalamus (20-30%)
  3. Agenesis Vagina dan obstruksi saluran keluar genitalia (15-20%)
  4. Sindroma Feminisasi testis (10%)
KEGAGALAN GONAD – 35%
  • Hipogonadisme Hipergonadotropik ditandai dengan gonad yang tampak bergaris-garis (larik larik jaringan fibrosis pada ovarium).
  • Tidak terjadi sintesis steroid ovarium akibat tidak adanya folikel ovarium
  • Perkembangan payudara tidak terjadi akibat rendahnya kadar estradiol sirkulasi
  • Penyebab : Sindroma Turner ( 45XO) adalah penyebab paling umum adanya amenorea primer (50%)
  • Pengobatan : kontrasepsi oral untuk mengembangkan payudara dan mencegah osteoporosis. Bila pada kariotiping terdapat kromosom Y maka harus dilakukan eksisi gonad untuk mencegah keganasan (angka kejadian keganasan 25%)
image
DISFUNGSI HIPOTALAMUS – 20-30%
  • Hipogonadisme Hipogonadotropik menyebabkan kadar estrogen yang sangat rendah dan etiologi dapat bersifat morfologis atau endokrinologis
  • Penyebab. Sebagian besar anak perempuan memiliki etiologi serupa dengan penyebab amenorea sekunder (lihat penjelasan dibawah). Kelainan pada SSP-sistem saraf pusat seperti tumor hipofisis atau hipotalamus  dapat meningkatkan kadar prolaktin . Pelepasan GnRH yang tidak memadai disebabkan oleh sintesis GnRH di Hipotalamus yang tak memadai atau kerusakan pada neurotransmiter SSP
  • Pengobatan : kontrasepsi oral. Pada semua pasien harus dilakukan pemeriksaan radiologis pada daerah hipotalamus-hipofisis untuk menyingkirkan kemungkinan adanya lesi di SSP
AGENESIS VAGINA dan OBSTRUKSI SALURAN KELUAR (15-20%)
image
Hymen Imperforatus
image

Hematometra
  • Dismenorea atau nyeri panggul menadakan adanya endometrium fungsional dengan obstruksi saluran keluar
  • Penyebab: Agenesis vagina (sindroma Mayer – Rokitansky – Kuster Hauser) terjadi pada 1 : 2500~10.000 anak perempuan. Kelainan ini disertai dengan kelainan ginjal (30%) , kelainan tulang rangka (12%). Varian lain:
    • Hymen imperforata
    • Septum vagina
  • Pengobatan : Pembuatan vagina baru dengan operasi McIndoe 
SINDROMA FEMINISASI TESTIS – 10%
  • Gambaran : insensitivitas androgen
image
  • Penyebab : Pseudohermaphrodit yang memilki genitalia eskterna yang berlawanan dengan gonad (tstis, genotipe 46 XY namun memiliki fenotipe wanita). Transmisi terjadi melalui gen resesif terkait X yang menyebakan tidak adanya atau menurunnya aktivitas reseptor androgen.
  • Pengobatan : Keadaan ini merupakan satu-satunya perkecualian dari aturan bahwa gonad dengan kromosom Y harus diangkat setelah diagnosa ditegakkan. testis harus dibiarkan di tempatnya sampai pubertas usai karena konversi perifer androgen estrogen akan mendorong perkembangan dan pertumbuhan payudara.
AMENOREA SEKUNDER
Batasan : Tidak datang haid selama > 6 bulan atau selama ≥ 3 siklus menstruasi pada wanita yang sebelumnya telah mendapatkan siklus menstruasi secara teratur
Prevalensi: 3 – 5% wanita
ETIOLOGI :
  1. Disfungsi Hipotalamus (35%)
  2. Sindroma Ovarium Polikistik (30%)
  3. Penyakit hipofisis (20%)
  4. Kegagalan ovarium prematur (10%)
  5. Sindroma Asherman (5%)
DISFUNGSI HIPOTALAMUS (35%)
  • Penyebab : Stress, penurunan berat badan, olahraga, obat penurun frekuensi dan denyut GnRH secara berkelanjutan
  • Pengobatan : Kontrasepsi Oral untukm pasien yang mengalami hipoestrogenisme hebat.
SINDROMA OVARIUM POLIKISTIK (30%)
PENYAKIT HIPOFISIS (20%)
  • Penyebab :
    • Adenoma Hipofisisi yang mensekresi prolatin adalah lesi yang paling sering ditemukan
    • Empty Sella
    • Sheehan Syndrome (apopleksia hipofisisi, nekrosis hipofisis pasca salin)
  • Pengobatan :
    • Reseksi – adenoma hipofisi
    • Pengukuran serial prolaktin
    • Pencitraan kepala makroadenoma
    • Empty Sella Syndrome dan Sheehan Syndrome ”hormonal replacement therapy” 
KEGAGALAN OVARIUM PREMATUR (10%)
  • Deskripsi : Hilangnya semua folikel ovarium disertai dengan berhentinya haid sebelum usia 40 tahun
  • Penyebab :
    • Kelainan ovarium intrinsik
    • Mosaikisme genetik
    • Proses autoimune (miastenia gravis)
    • Kemoterapi
    • Radiasi
    • Infeksi
  • Pengobatan :
    • Tidak ada
    • “Estrogen replacement therapy”?
    • Karoitiping (jika terjadi pada usia < 30 tahun)
SINDROMA ASHERMAN
  • Gambaran: sinekia intrauterin sehingga terjadi gangguan pertumbuhan endometrium normal dan peluruhannya
  • Penyebab: kuretase uterus berlebihan atau proses tuberkulosis
  • Pengobatan : lisis histeroskopik perlekatan uterus yang terjadi dan stimulasi endometrium dengan pemberian estrogen
PENATALAKSANAAN UMUM AMENOREA SEKUNDER :
  1. Singkirkan kemungkinan kehamilan
  2. Pengukuran TSH dan prolaktin (galaktorea)
  3. Progestin test
PENATALAKSANAAN AMENOREA SEKUNDER TANPA GALACTORRHOEA
image
PENATALAKSANAAN AMENOREA SEKUNDER DENGAN GALACTORRHOEA
image

2 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Bagi anda yange memiliki masalah penyakit kelamin, anda bisa mengunjungi klinik Apollo untuk melakukan pemeriksaan. Klinik Apollo merupakan penyedia layanan kesehatan berbasis klinik yang menangani masalah penyakit kulit dan kelamin. Jika Anda memiliki pertanyaan seputar penyakit yang anda rasakan, Anda dapat menghubungi hotline di (021)-62303060 untuk berbicara dengan ahli Klinik Apollo, atau klik website bawah ini untuk berkonsultasi dengan ahli klinik Apollo.
    Wartadokter
    klinikkesehatan
    kesehatankelamin

    BalasHapus